Jumat, 30 Maret 2012

Ilmu bantu Geografi Budaya

Gambar : karapan sapi di Madura

A. Latar Belakang 
Geografi Budaya merupakan aplikasi ide/gagasan dari budaya terhadap maslah-masalah geografi. Oleh karena itu, dalam kajian Geografi Budaya ada lima tema inti yang perlu dijadikan perhatian. Kelima tema inti tersebut adalah: budaya, area budaya, bentang budaya, sejarah budaya, dan ekologi budaya (Wagner P.L dan M.W. Mikeesell, 1971: 1). 
 Pokok kajian Geografi Budaya seperti halnya cabang-cabang geografi yang lain, yakni berkenaan dengan muka bumi, khususnya yang berhubungan dengan hasil/modifikasi dari tindakan-tindakan manusia. Dalam hal ini, Geografi Budaya berusaha mengkaji hasil budidaya manusia, perbedaan-perbedaan di antara komunitas, cara-carahidup (way of life) yang khas dari setiap budaya yang ada. Geografi Budaya, mencoba memperbandingkan distribusi perubahan dari area budaya (cultural area) dan distribusi dari kenampakan muka bumi. Dari situ, dapat dilakukan identifikasi terhadap karakteristik kenampakan lingkungan sebagai akibat dari pengaruh kebudayaan .Selain itu, Geografi Budaya juga berusaha mencari tahu tentang peran-tindakan manusia dalam penciptaan dan pemeliharaan kenampakan geografi. Geografi Budaya juga berusaha membedakan, mendeskripsikan, dan mengklasifikasikan tipe yang kompleks dari kenampakan lingkungan, termasuk di dalamnya hasil buatan manusia yang serupa dari setiap komunitas kebudayaan, atau yang disebut dengan bentang budaya; termasuk juga berusaha mempelajari latar belakang sejarah dalam konteks sejarah budaya yang asli. Di samping itu Geografi Budaya, berusaha mengkaji proses-proses spesifik dimana manusia memanipulasi lingkungan, serta implikasinya untuk kesejahteraan dari komuniti dan umat manusia atau yang dikenal sebagai ekologi budaya. Oleh sebab itu, mengingat pentingnya peranan Geografi Budaya dalam kehidupan, diperlukan sarana ilmu bantu Geografi Budaya untuk menunjang perkembangan ilmu tersebut. Ilmu bantu tersebut juga berguna untuk mengkaji berbagai proses kehidupan manusia dan alam oleh Geografi Budaya.

B. Pengertian Geografi Budaya
Menurut Ekblaw dan Mulkerne, Geografi Budaya merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi dan kehidupannya, mempengaruhi pandangan hidup kita, makanan yang kita konsumsi, pakaian yang kita gunakan, rumah yang kita huni dan tempat rekreasi yang kita amati. Sedangkan, Geografi Budaya menurut Carl Sauer adalah ilmu pengetahuan yang menelaah sekitar tingkah laku manusia yang ditimbulkan karena adanya usaha adaptasi dan pemanfaatan lingkungan alam oleh manusia dalam usaha mempertahankan hidupnya.Hal tersebut memmiliki0 arti bahwa Geografi Budaya merupakan penengah bagi kajian yang bersifat fisik dengan kajian yang bersifat sosial. Namun, beberapa ahli geografi menganggap bahwa Geografi Budaya merupakan rumpun geografi yang lebih dekat dikaitkan dengan kajian geografi manusia (human geography). Jika meruntut definisi dari Carl Sauer, jelaslah bahwa antara fenomena-fenomena geosfer yang bersifat fisik mempengaruhi timbulnya kebudayaan pada suatu daerah, sehingga pada umumnya budaya yang berkembang di suatu daerah condong menunjukkan karakteristik dan kebutuhan daerah itu sendiri. Misalnya, di daerah pegunungan yang subur masyarakatnya bermatapencaharian sebagai petani, mau tidak mau mereka harus mensiasati alam dengan membuat alat-alat pertanian. Alat tersebut merupakan hasil dari buah pikir manusia, sehingga dapat dikatakan bahwa alat merupakan pencerminan budaya setempat. 

C. Imu-ilmu Bantu Pendukung Geografi Budaya
Dua aspek Geografi Budaya, yaitu aspek fisik dan aspek sosial dipelajari oleh ilmu-ilmu yang menjadi ilmu penunjang Geografi Budaya. Ilmu penunjang Geografi Budayasangat diperlukan mengingat luasnya bahasan dalam Geografi Budaya. Ilmu penunjang tersebut antara lain :
  1. Ilmu kependudukan merupakan ilmu yang obyek studinya keruangan penduduk. Obyek studi ini meliputi penyebaran, densitas, perbandingan jenis kelamin penduduk dari suatu wilayah. Ilmu ini digunakan untuk mempelajari masalah yang berhubungan tentang pola-pola kependudukan pada suatu wilayah. Misalkan pada masalah berkaitan dengan budaya, yaitu perceraian, kenakalan remaja, dan sebagainya. Penduduk bersifat dinamisdan selalu ada perubahan keadaan penduduk, baik berupa jumlah distribusi sehingga mempengaruhi struktur penduduk wilayah tersebut, hal ini faktor budaya bisa mempengaruhinnya.
 2. Ekonomi merupakan ilmu yang bidang kajiannya berupa aktivitas ekonomi yang berkaitandenganproduksi, distribusi, dankonsumsi. Titik berat kajiannya pada aspek keruangan struktur ekonomi masyarakat, termasuk bidang pertanian, industri, perdagangan, transportasi, komunikasi, jasa, dan sebagainya. Dalam Geografi Budaya, ilmuekonomi digunakan untuk mengkaji pola-pola aktivitas ekonomi pada suatu masyarakat diruang tertentu sehingga dapat mencerminkan ciri-ciri kebudayaan diruang tersebut. Selainitu, Manusia didalam hidupnya selalu ada kebutuhan. Aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh manusia disetiap daerah sangat kompleks jenisnya, sehingga didalam Geografi Budaya terdapat unsur sistem mata pencaharian yang berpengaruh dalam bentuk kebudayaan daerah tersebut.
 3. Ilmu Politik merupakan ilmu yang bidang kajiannya adalah aspek keruangan pemerintahan atau kenegaraan yang meliputi hubungan regional dan internasional, pemerintahan atau kenegaraan. IlmuPolitik ini dalamGeografi Budayadipergunakan untuk mengidentifikasi terkait tentang aspek pemerintahan/kekuasaan. Hal ini dapat menjadi masalah budaya, karena ilmu politik paling banyak menjadi perhatian utama yang dipermasalahkan di kehidupan sosial.
 4. Geografi permukiman adalah cabang geografi yang obyek studinya berkaitan dengan perkembangan permukimam di suatu wilayah permukaan bumi. Aspek yang dibahas adalah waktu suatu wilayah dihuni manusia, bentuk permukimannya, faktoryang mempengaruhi perkembangan dan pola permukiman. Geografi permukiman ini dalam Geografi Budaya dipergunakan untuk menjelaskan pola-pola permukiman, perkembangan suatu permukiman manusia yang ada dipermukaan bumi, setiap daerah punya ciri khas yang mempunyai bentuk tersendiri, disetiap bagian dari rumah tersebut mempunyai filosofi yang diturunkan dari nenek moyangnya. Tentunya hal ini juga tak luput dari pengaruh faktor geografis terhadap perkembangan
 5. Geografi Regional merupakan diskripsi yang menyeluruh antara aspek manusia dan aspek alam (lingkungan). Fokus kajiannya adalah interelasi, interaksi dan integrasi antara aspek alam dan manusia dalam suatu ruang tertentu. Didalam Geografi Regional ini sangat penting diperlukan menurut Bryan bahwa : Perbedaan antar wilayah satu dengan yang lainya itu berupa perbedaan cultural landscape-nya, yaitu tentang budayannya.
 6. Paleontologi. Mengkaji tentang fosil-fosil serta bentuk-bentuk kehidupan dimasa purba.Dalam hal ini Paleontologi dapat dipergunakan untuk mempelajari atau mengidentifikasi budaya-budaya pada masa lampau dilihat dari bukti-bukti penampakan artefak-artefak.
 7. Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental. Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia berperan penting dalam membantu Geografi Budaya untuk menganalisis tingkah laku keruangan lingkungan manusia. Dengan demikian keduanya memerlukan interaksi yang intens untuk memahami pola-pola budaya masyarakat tertentu.
 8. Sosiologi. Mengkaji sruktur proses-proses sosial. termasuk perubahan sosial. sosial membahas lingkungan manusia yang di dalamnya termasuk proses, struktur, dan perubahan sosial sehingga memiliki kesamaan dan perbedaan dengan wilayah lain dalam konteks keruangan.Dalam hal ini, peranan Sosiologi dalam Geografi Budaya dapat membantu memahami struktur, proses, dan perubahan sosial didalam suatu daerah kebudayaan yang sangat menarik untuk dipelajari.
 9. Arkeologi merupakan ilmu yang mempelajari kebudayaan (manusia) masa lalu melalui kajian sistematis atas data benda-benda yang ditinggalkan. Kajian sistematis meliputi penemuan, dokumentasi, analisis, dan interpretasi data berupa artefak (budaya bendawi, seperti kapak batu dan bangunan candi) dan ekofak (benda lingkungan, seperti batuan, rupa muka bumi, dan fosil) maupun fitur (artefaktual yang tidak dapat dilepaskan dari tempatnya (situs arkeologi). Teknik penelitian yang khas adalah penggalian (ekskavasi) arkeologisdan survey.
 10. Linguistik. Linguistik adalah ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya.Martinet (1987: 1 9).Menurut Koentjaraningrat, sebagaimanadikutip Abdul Chaer dan Leonie dalambukunya Sosiolinguistik bahwa bahasabagian dari kebudayaan. Jadi, hubunganantara bahasa dan kebudayaanmerupakan hubungan yang subordinatif, yang mana bahasa berada dibawah lingkupkebudayaan.
 11. Sejarah atau ilmu sejarah diartikan sebagai informasi mengenai kejadian yang sudah lampau. Sebagai cabang ilmu pengetahuan, mempelajari sejarah berarti mempelajari dan menerjemahkan informasi dari catatan-catatan yang dibuat oleh orang perorang, keluarga, dan komunitas. Pengetahuan akan sejarah melingkupi: pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis. Dengan ini ilmu sejarah dapat membantu menjelaskan adanya suatu budaya pada waktu lampau.
 12. Hubungan Geomorfologi dengan Kebudayaan Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk permukaan bumi sebagai akibat adanya pengaruh tenaga asal dalam dan tenaga asal luas bumi (hujan, angin, penyinaran dan pemanasan matahari, benturan benda asal ruang angkasa serta aliran air dan gletser) yang meng¬hasilkan proses-proses geomorfik yang berakibat terubahnya bentuk-bentuk permukaan bumi. Obyek utama geomorfologi ialah bentuklahan, proses geomorfologi, genesa dan evolusi pertumbuhan bentuk lahan (Stadia) beserta hubungannya dengan aspek lingkungan ( Edarto Danang. 2007). 
Dalam Geomorfologi, dipelajari juga studi tentang tinggi rendahnya suatu daerah diukur dari ketinggian air laut. Suatu masyarakat yang berada di daerah pegunungan, mempunyai kebudayaan yang berbeda dengan masyarakat yang berada di daerah dataran rendah.Salah satunya dari bahasa.Masyarakat yang berada di daerah pegunungan umumnya bila sedang berbicara suaranya lebih keras bila di bandingkan dengan masyarakat yang berada di dataran rendah.Hal tersebut dikarenakan jarak antar rumah mereka yang jauh antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu diperlukan suara yang keras bila ingin berkomunikasi dengan warga yang lain. Namun dalam masalah hubungan kekeluargaan, masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan umumnya mempunyai hubungan yang dekat dan akrab antar warganya.Rasa kekeluargaan lebih tinggi.Sedangkan masyarakat yang tinggal di daerah dataran rendah, umumnya di daerah perkotaan, sikap individunya lebih tinggi.Karena orientasinya hanya pada keuntungan pribadi saja. 
 13. Klimatologi klimatologi adalah sebagai ilmu yang memberi gambaran dan penjelasan penjelasan sifat iklim, mengapa iklim di berbagai tempat berbeda dan bagaimana kaitan antara iklim dan aktivitas manusia, Secara mudahnya, ilmu iklim/klimatologi yaitu cabang ilmu pengetahuan yang membahas sintesis atau statistik unsur-unsur cuaca hari demi hari dalam periode tertentu (beberapa tahun) di suatu tempat dan wilayah tertentu. Sintesis Klimatologi dapat juga didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari jenis iklim di muka bumi dan faktor penyebabnya.Karena metereologi mencakup interpretasi dan koleksi data pengamatan maka ilmu ini memerlukan teknik statistik.Demikianlah klimatologi dapat pula disebut juga meteorologi statistic (Bayong Tjasyono 2004). 
Dari penjelasan diatas, sudah dapat dilihat sebuah pertanyaan bagaimana kaitan iklim dengan manusia.Jadi jelas bahwa iklim mempunyai hubungan dengan kebudayaan suatu masyarakat.Salah satunya dari model pakaian. Masyarakat yang tingggal pada iklim dingin, model pakiannya akan menutupi seluruh bagian tubuh dan tebal. Hal ini berguna untuk menghangatkan diridari cuaca yang dingin.Namun berbeda dengan masyarakat yang tinggal di daerah gurun, walaupun sama-sama mempunyai model pakaian yang menutupi seluruh tubuh tetapi mempunyai fungsi yang berbeda.Di masyarakat yang tinggal di daerah gurun, pakaian yang menutupi seluruh bagaian tubuh berfungsi untuk melindungi diri dari sinar matahari yang panas, dan juga terpaan debu atau pasir.
 14. Oceanografi Oseanografi (gabungan kata Yunaniωκεανός yang berarti "samudra" dan γράφω yang berarti "menulis"), juga disebut oseanologi atau ilmu kelautan, adalah cabang ilmu Bumi yang mempelajari samudra atau lautan. Ilmu ini mencakup berbagai topik seperti organisme laut dan dinamika ekosistem arus samudra gelombang, dan dinamika cairan geofisika; tektonik lempeng dan geologi dasar laut, dan arus berbagai zat kimia dan fisika di dalam lautan dan perbatasannya. Jadi oceanografi adalah pencitraan tentang laut dan lingkungannya, pencitraan tentang keadaan, sifat, tabiat isi lautan, perihal hidup dan kehidupan dilaut serta perihal lingkungannya dan pengaruh timbal balik. Salah satu hubungan oceanografi dengan kebudayaan dapat dilihat dari sector mata pencaharian masyarakatnya.Mayoritas, penduduk yang berada di daerah pantai pasti berkerja menjadi seorang nelayan. Dengan adanya oceanografi, pemerintah dapat memeberikan pengetahuan-pengetahuan dan info keadaan tentang laut yang akan memudahkan para nelayan dalam bekerja.
 15. Ilmu Tanah Ilmu tanah merupakan ilmu yang mempelajari seluk beluk tanah.Tanah, seperti yang kita ketahui menjadi tempat tumbuhnya tanaman dan mendukung hewan dan manusia, termasuk salah satu sumberdaya yang sangat penting. Lapisan yang menyeliputi bumi antara litosfer (batuan yang membentuk kerak bumi) dan atmosfer ini menjadi penentu kehidupan di permukaan bumi.Tanpa adanya tanah, maka tidak ada kehidupan. Penting bagi kita memahami ilmu tanah dengan benar.Sebab, kerusakan bisa saja terjadi akibat kelalaian manusia.Bayangkan saja, kita begitu tergantung dengan berbagai produk tanaman sebagai sumber bahan pangan, pakaian dan bahan bangunan. Dalam hubungannya dengan geografi budaya, ilmu tanah memeberikan pengetahuan tentang tanah,, keadaannya, ciri khas, dll. Sehingga dengan adanya ilmu tanah, daparla membantu para petani dalam bekerja. Dengan majunya ilmu tanah, dan juga di imbangi dengan majunya sector pertanian.Diantaranya dengan adanya traktor dan pupuk kimia. Maka hasil panen akan lebih cepat, kerja bakti dalam panen pun bias hilang akibat ditemukannya juga mesin-mesin dalam membantu proses panen. 

  D. Kesimpulan 
Berdasarkan uraian di atas mengenai berbagai macam ilmu bantu Geografi Budaya, dapatdisimpulkan bahwa dalam mempelajari Geografi Budaya diperlukan pemahaman dan ilmu penunjang. Ilmu penunjang tersebut berupa ilmu bantu yang memiliki keterkaitan erat dalam proses kebudayaan serta dalam spekfisik dan social masyarakat. Sehingga, Geografi Budaya dapat mengkaji secara menyeluruh mengenai kebudayaan dengan adanya ilmu-ilmu bantu tersebut.
  
  Daftar Pustaka :
R. Bintarto dan Surastopo Hadisumarmo. 1991. Metode Analisa Geografi. Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial: Jakarta.

Suharyono dan Moch. Amien. 1994. Pengantar Filsafat Geografi. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi: Jakarta.

J. E Spencer & W. L Thomas. 1983. Introducing Cultural Geography.

John Wiley & Sons: New York. http://organisasi.org/definisi-pengertian-sosiologi-objek-tujuan-pokok-bahasan-dan-bapak-ilmu-sosiologidiunduhpadatanggal 25 Februari 2012

http://teknologiinformasikelix.blogspot.com/diunduhpadatanggal 25 Februari 2012

http://baehaqiarif.files.wordpress.com/2009/12/antropologi.pdfdiunduhpadatanggal 25 Februari 2012

http://muhsholeh.blogspot.com/2010/03/materi-1-geo-budaya.html

Danang, Edarto. 2007. Pengantar Geomorfologi Umum. Uns press.

Tjasyono, Bayong. 2004. Klimatologi edisi ke-2. Bandung. ITB.

http://id.wikipedia.org/wiki/Oseanografi

 By : Suhartinah,Sapta Suhardono,Rizky Oktaviani,Fitri Resya M, Fibo Arseta Pradana, Wisnu Sinartejo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar